03
Jan
08

Mata, Telinga, Maya

malaysia.jpgMENTERI Kesehatan Malaysia Datuk Seri Dr Chua Soi Lek mundur, Rabu (2/1/08), menyusul terkuaknya rekaman hubungan intim antara dia dengan pasangan selingkuhnya. Videonya tersebar Malaysia beberapa bulan terakhir. Belakangan juga muncul di internet. Sang Datuk sudah mengakui secara terbuka, dirinyalah yang ada di rekaman tersebut.

Skandal yang menggemparkan Tanah Melayu itu mirip yang terjadi di Indonesia beberapa waktu lalu. Seorang tokoh parpol sekaligus anggota DPR RI, berselingkuh dengan teman separtainya, dan rekaman video seksnya tersebar ke seantero jagat melalui koneksi internet. Karir politiknya pun ambruk.

yz.jpg

Lima tahun lalu, seorang senator di Amerika, mengundurkan diri setelah rangkaian rekaman perselingkuhannya di sebuah kamar hotel muncul dalam situs internet, dan aibnya terkuak ke halayak ramai tanpa bisa dia bantah.

Tiga keping peristiwa ini makin memperkuat pandangan bahwa di era kemajuan teknologi informatika yang sedang berlangsung hari-hari ini, dunia semakin terbuka lebar. Dunia cyber telah membuka babak baru, ruang publik baru, pada masyarakat sekaligus menawarkan berbagai kemungkinan yang semula dianggap tak masuk akal, mustahil atau tabu.

Kemajuan teknologi yang antara lain diwujudkan melalui revolusi informatika ini secara tidak langsung banyak mengambil alih fungsi yang selama ini diemban ruang‑ruang publik konvensional selama ini. Hal itu karena cyberspace lebih menjanjikan kemudahan‑kemudahan dalam wacana kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan, kebudayaan, dan bahkan politik.

Sejalan dengan itu, ia juga membukakan makin banyak mata dan telinga untuk dengan mudah melihat dan mendengar apa saja yang ingin — bahkan juga yang tidak ingin– dilihat dan didengar.

Kini bukan hanya ruang publik yang bisa diamati secara bebas, bahkan ruang paling pribadi pun bisa saja disaksikan dan dicermati pihak lain dari tempat yang tidak lagi dibatasi ruang dan waktu. Makin banyak mata menatap apa yang dilakukan penghuni bumi, diketahui atau tidak. Tersamar maupun terang-terangan.

lift.jpgArtinya, di masa kini nyaris tak ada lagi tempat tersembunyi, bahkan mungkin di rumah sendiri. Teknologi telah membantu orang-orang –entah iseng, entah untuk kepentingan intelijen– bisa melihat, mendengar, dan merekam, hal-hal yang mungkin sama sekali tak pernah kita duga.

Dengan sedikit modal dan keterampilan, orang bisa mencuri gerak-gerik –yang paling pribadi sekali pun– siapa saja. Kemudian menikmatinya sendiri atau menyebarkannya ke dunia maya, atau malah untuk pemerasan. Lensa dan kamera super mini dengan kemampuan maksimum, bisa dengan mudah diperoleh di pasaran.

ba500001.jpg

Desember 2007 lalu seorang polisi di Bali ditindak setelah rekaman vidoenya beredar di internet. Ia memeras dua turis yang melanggar lalu lintas. Satu di antara turis itu diam-diam merekamnya lewat telepon selular berlensa, kemudian mem-posting rekaman itu. Dunia tahu. Indonesia (seharusnya) malu.

Apa yang tampak dari kasus di Malaysia, skandal anggota DPR-RI, kasus senator di Amerika, dan polisi di Bali, adalah peneguhan pendapat bahwa tenkologi telah berkembang demikian cepat, makin canggih, kian murah, makin mudah, dan makin gampang pula disalahgunakan.

Ini juga sebagai peringatan bagi siapa saja, entah itu pejabat atau tokoh publik, entah itu seseorang yang anonim. Bahwa di zaman ini, hidup lurus saja tidak cukup. Bahkan hajat halal antara suami-istri yang sah pun, bisa tiba-tiba jadi malapetaka ketika ada orang yang mencuri-curi adegan dan melemparkannya ke internet.

Apalagi perilaku yang menyimpang.***

Iklan

1 Response to “Mata, Telinga, Maya”


  1. 1 nasaruddin hafidz
    April 30, 2009 pukul 9:05 pm

    dekadensi moral bukan dimonopoli kalangan td terdidik tapi sdh banyak juga dilakukan kalangan edukatip


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: