Arsip untuk Februari 19th, 2008

19
Feb
08

Korupsi dan Janji Kepala Polisi

susno duadji

SERIBU berbanding sepuluh. Perumpamaan perbandingan ini disampaikan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Susno Duadji untuk menggambarkan efektifitas kontrol sosial antara polisi dengan pers.

Kata dia, 1000 polisi mungkin takkan cukup untuk mengawasi dan membenahi perilaku korup di tengah kehidupan masyarakat kita. Tapi sepuluh wartawan yang punya komitmen dan memiliki integritas tinggi, akan bisa melakukan.

Kapolda Jabar ini tampak gregetan betul terhadap praktek korupsi yang makin hari bukannya kian surut, melainkan justru sebaliknya. Kegundahaannya itu terungkap saat ia singgah ke Tribun, Senin (18/2).

Tak berhenti pada kegundahan, ia juga menegaskan sikap dan tekadnya memerangi korupsi. Malah ia berjanji akan memuilai dengan pembenahan dan pembersihan ke dalam (lingkungan polisi di Jawa Barat), lalu ke luar. Lalu, Polda Jabar akan pula membuka jalur khusus –termasuk website– untuk menerima laporan dan pengaduan dari masyarakat.

Angin segar? Mudah-mudahan saja begitu. Dalam masyarakat normal, aparat hukum memang seharusnya merupakan sosok yang ditakuti dan bisa mengancam orang maupun pihak lain yang (hendak) melanggar aturan.

Selama ini kita merasakan aparat hukum seperti kehabisan nyali ketika memerangi korupsi karena seringkali langsung berhadapan dengan tembok besar, yakni kokohnya kultur korup di setiap lini di negeri ini.

Akibatnya, penanganan korupsi seperti jalan di tempat. Dalam kasus-kasus tertentu, penyidikan, penuntutan dan keputusan pengadilan hingga tata cara advokasi dalam setiap kasus korupsi, justru malah jadi celah korupsi pula.

Dengan demikian, tekad dan janji Kapolda Jabar untuk memerangi korupsi, setidaknya di wilayah hukumnya pun sangat mungkin akan berhadapan dengan kultur yang juga sudah telanjur korup.

Memang, aparat hukum tak mungkin bisa bekerja sendiri. Diperlukan kerja sama dari segenap elemen masyarakat, termasuk jajaran pers dan organisasi massa.

Dua ormas Islam tersbesar dan paling berpengaruh, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah pernah mengikatkan diri dalam satu aliansi untuk bersama-sama melawan korupsi. Kita juga sudah punya lembaga khusus, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi. Tiap instansi pun memiliki badan atau pengawasan internal sendiri.

Toh, korupsi jalan terus, malah makin menjadi-jadi dan menajalar bahkan lembaga perwakilan rakyat. Dari pusat, hingga ke daerah.

Mungkin betul kata Kapolda, pers bisa turut mengontrol dan mengingatkan masyarakat serta aparat mengenai hal itu. Namun realitas menunjukkan, pers pun nyaris tak pernah bisa steril dari kepentingan-kepentingan bisnis dan mungkin kepentingan politik para pelakunya.

Setidaknya, masyarakat masih melihat ada di antara pers yang tidak memegang teguh komitmen dan integritas profesinya. Alih-alih mengontrol perilaku korup, malah terhanyut dan jadi bagian dari kultur itu.

Betapa pun, Kapolda telah membuka diri dan menyatakan tekadnyna. Kita semua tentu saja berharap tekad seperti itu tidak hanya menyala dari satu pihak, melainkan juga dari seluruh pimpinan dan segenap elemen masyarakat.

Kecuali, kalau kita memang lebih suka hidup dalam budaya korup! ***

Bandung, 190208

19
Feb
08

Jika Susno ke Tribun

susno2.jpgWaaah… cepat sekali! Ini ciri-ciri koran yang dikelola orang-orang muda. Cepat, dinamis dan inovatif…!” kata Kapolda Jabar ketika menerima suvenir koran edisi khusu yang memberitakan kehadirannya. Realtime.

KORUPSI. Itulah sepertinya yang akan menjadi fokus kerja Kapolda Jabar, Irjen Pol Susno Duadji. Saat berkunjung ke kantor redaksi Tribun Jabar, Senin (18/2/2008) siang, jenderal polisi bintang dua ini berbicara cukup banyak mengenai pemberantasan korupsi.

Dalam kunjungannya, Kapolda didampingi Kabid Humas Kombes Pol Dade Achmad, Kabid Binkum Kombes Pol Rustam Effendi, Dir Lantas Kombes Pol Binsar Sitompul, dan Dir Intel Kombes Pol Slamet. Mereka diterima oleh Pimpinan Perusahaan Tribun H Pitoyo, Pemimpin Redaksi Yusran Pare, Redaktur Pelaksana Hasanah Samhudi, Manajer Produksi Cecep Burdansyah, dan Manajer Iklan Triyoba Nataria.

Dalam perbincangan hangat selama kurang lebih 30 menit, Kapolda sempat mengucapkan selamat ulang tahun kepada Tribun Jabar yang pada hari kemarin tepat berulang tahun ke-8. “Selamat hari jadi ke-8. Mudah-mudahan bisa menjadi media yang memberikan pendidikan, dan informasi terbaru,” katanya.

Ia mengaku Tribun Jabar menjadi ‘santapannya’ setiap hari. Terlebih, menurut Kapolda, Tribun menyajikan informasi yang bagus dan punya ciri khas dalam penyajian beritanya.

Terkait pemberantasan korupsi, mantan Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berencana untuk membuat website tersendiri mengenai aduan korupsi di Jawa Barat. Nantinya, website itu akan menerima laporan mengenai kasus korupsi. “Kita akan perangi korupsi,” tegas Kapolda.

Menurut Kapolda, momen pilkada seperti sekarang ini sebenarnya menjadi momen untuk memberantas korupsi. Rakyat bisa memilih calon pejabat yang punya komitmen untuk memerangi korupsi.

“Saya akan coba untuk memerangi korupsi. Kalau sampai habis benar sepertinya susah. Tapi saya akan berusaha untuk menguranginya,” tegasnya.

Karena itulah, sebelum melangkah ke instansi di luar, Susno Duadji akan membersihkan lingkungannya terlebih dahulu. “Saya coba benahi dulu di dalam. Setelah itu keluar. Kita kan malu kalau misal mengusut kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh bupati atau walikota tapi masih ada hal seperti itu di dalam,” tutur Kapolda.

Dan tanggungjawab memberantas korupsi juga menurutnya bukan hanya kewajiban polisi. Media massa lewat pemberitaannya bisa ikut memerangi korupsi. “Polisi 1.000 mungkin tidak bisa membenahi kondisi seperti ini, tapi wartawan 10 orang kalau punya komitmen bisa melakukan itu,” ujarnya memberi semangat.

Di akhir pertemuan, Kapolda memberikan cenderamata kepada Tribun Jabar. Sementara Tribun Jabar memberikan koran mini dalam pigura yang memuat fotonya saat beramah-tamah dengan redaksi Tribun. “Wah, cepet bener. Ini nih kemajuan teknologi,” katanya spontan.

Sekitar pukul 14.30, bus yang ditumpangi Kapolda beserta rombongan meninggalkan kantor Tribun Jabar. Selamat bertugas Jenderal. Semoga sukses memerangi korupsi.(tis)