12
Jul
09

Akhirnya, Gigo Gigo!

coverbukugigo50AKHIRNYA Gigo-gigo pun rampung diedit oleh tim buku Banjarmasin Post.  Apa itu gigo-gigo? Ia  adalah satu istilah yang dipakai kalangan perempuan tertentu untuk menyebut lelaki pasangan yang disewanya. Fenomena per-gigo-an inilah yang jadi urat nadi tulisan pada kolom Curah di Tabloid Politik dan Perilaku BëBAS.

Tabloid itu mulai terbit 19 Mei 1999, atau setahun setelah rezim pembelenggu kebebasan pers jatuh. Untuk pertama kalinya sebagai suplemen Banjarmasin Post, kemudian terbit secara teratur setiap pekan. Penerbitan perdana itu sekaligus seakan meneriakkan semangat kebebasan yang sekian lama terimpit keangkuhan penguasa.

Selama enam tahun, berarti enam kali 52 pekan, setidaknya sama dengan 312 kali BëBAS menunjungi pembaca. Curah adalah satu di antara rubrik-rubrik BëBAS. Isinya berupa celotehan, tuturan, atau sekadar curhat mengenai situasi apa saja yang sedang tren, yang menarik penulisnya.

Semula, curah merupakan kolom bagi segenap pengelola BëBAS, namun sejak tabloid itu terbit saya lebih banyak mengisi. Setidaknya, ada 306 judul curah yang tersimpan di arsip saya.  Sayang sekali kalau arsip itu terbuang begitu saja. Betapa pun ia pernah mewarnai dinamika –meskipun tentu sangat kecil– kehidupan pers.

Karenanya, saya memberanikan diri memilih kembali naskah-naskah Curah yang ada pada arsip itu, dan menerbitkannya dalam bentuk buku, tentu setelah melalui editing ulang dan penyesuaian konteks. 

Saya berterima kasih kepada sang maha guru, Mas Trias Kuncahyono yang bersedia terus mengajari saya. Juga untuk waktunya yang saya curi agar dia menulis pengantar bagi kumpulan tulisan ini.  Saya harus berterima kasih kepada begitu banyak orang. Tanpa mereka tak mungkin saya bisa menulis, dan mengumpulkan tulisan-tulisan ini untuk dibukukan.

Orang-orang yang mengawaki  BëBAS yakni Budhi Rifani, H Nor Ifansyah, Agus Suprapto, dan Mulyadi Danu Saputra,  adalah yang paling berjasa menguber-uber saya setiap pecan selama kurang lebih enam tahun. Beerkat pergulatan pikiran dengan merekalah ide-ide untuk sebagian besar tulisan ini hadir.

cover_back_gigogigoSelain itu, saya juga harus berterima kasih kepada para perempuan luar biasa, yang bersedia membacai naskah-naskah saya sebelum diterbitkan jadi buku. Mereka adalah Syaharani ( Jakarta), Esti Rahayu ( Washington DC), Jullya Vigneshvara ( Banda Aceh), Florence I Pattipeilohy (KBRI, Timor Leste), Luki Aulia (Jakarta), Femmi Adi Soempeno (Jakarta),  Rosita Suwardi Wibawa (Surabaya), dan Fransisca Ria Susanti (Hongkong), yang dengan sukarela  memberikan penilaian subjektifnya.

Tentu pula saya harus berterima kasih kepada Bapak H Gusti Rusdi Effendi selaku Pemimpin Umum Banjarmasin Post, yang memberi saya keluangan waktu menyiapkan buku ini di sela-sela kegiatan rutin pekerjaan . Saya harus mengacungkan jempol kepada Dwie Sudarlan, Ribut Raharjo, dan Dade Syamsul Rais yang dengan telaten mengedit serta mempekokoh tulisan-tulisan ini sehingga  layak dibukukan.  Yang tak kalah penting adalah tim artistic “jarak jauh” yang terlibat dalam proyek buku ini. Mereka adalah Aris Sukmaijaya (Bandung) dan Ganjar Witriana (Batam) yang secara khusus menyiapkan karikatur untuk cover rancangan Dhuan (Banjarmasin). Luar biasa!

Pasti  masih banyak kekurangan pada tulisan-tulisan yang dibukukan ini. Biarlah itu  menjadi tanggung jawab saya.

Banjarmasin, 29 Juni 2009

Yusran Pare

Iklan

2 Responses to “Akhirnya, Gigo Gigo!”


  1. Oktober 26, 2009 pukul 2:54 pm

    Salam Hangat bung Yusran,

    Selamat..selamat..dan selamat atas terbitnya gigo-gigo, terus terang ini menginspirasi saya untuk terus menulis dan sekecil-kecilnya menjadi “opinion maker’s” yang mencerahkan, tentunya lewat tulisan-tulisan kita di media massa. semoga Curah-an gagasan dan pemikiran bung Yusran bermanfaat bagi pembacanya….sukses selalu.

    P.S. barangkali bung Yusran lupa, kita pernah bertemu sekali di rumah Bandung, saat saya mengantar istri (waktu itu masih calon) saya (Tita) reuni dengan choki dan teteu-nya. tidak menduga ternyata saya bertemu dengan seorang jurnalis, kolumnis, dan pegiat media yang luar biasa.

    • 2 yusranpare
      November 2, 2009 pukul 3:10 pm

      Bung Yanu, senang sekali bisa berkenalan meski cuma via dunia maya. Mohon maaf, tempo hari saya tak bisa menghadiri pernikahan Anda. Mudah-mudahan suatu saat dipertemukan lagi. Wah, saya cuma mencoba konsisten belajar menulis, belajar menuangkan pikiran. Belum jadi penulis. Saya ingat, tita pernah memperkenalkan Anda. Tapi tolong maafkan saya, kalau saya tak berhasil mengingat jelas sosok Anda. Maklum lah udah tuwaaaa gini… di samping itu, selalu saja ada orang silih berganti datang ke Pacuan Kuda kami…. hehehe.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: