rumah1811.jpg

pacuankuda18a.jpgINI alamat kami. Jalan Pacuan Kuda 1 nomor 18A Arcamanik Bandung. Gambar rumah di atas, betul-betul sebuah gambar tentang rumah yang dicita-citakan. Gambar atau rancangan ini dibuat oleh adik saya, Ivan Gumilar, arsitek lulusan ITB. Ia merancang dari angan-angan saya tentang rumah yang ingin kami tempati.

Rumah asli (bukan seperti pada gambar), adalah sepetak bangunan berkamar 3, satu dapur sempit — setidaknya kalau berpapasan di gang yang dijadikan dapur ini, dua orang harus saling memiringkan tubuh, bersisian, agar bisa berlalu-lalang.

Luas bangunan, sekitar 90 meter persegi di atas tanah 125 meter persegi. Sebelum disulap paksa jadi rumah, bangunan ini semula gudang barang. Tak ada sisa tanah di kiri kanan dan belakang “rumah” ini. Sesaklah untuk beraktivitas empat orang dewasa dan satu anak menjelang remaja.

Ruang makan, tentu saja ada, jika yang dimaksud adalah tempat menaruh meja makan yang mepet ke dinding paling belakang berseberangan dengan “ruang keluarga” yang dibatasi partisi tripleks dengan “ruang tamu”.

Meski sempit dan sangat gerah –karena minim ventilasi– rumah ini jadi tempat berteduh banyak orang. Penghuni tetap, kami berlima. Namun penghuni “tidak tetap” datang silih berganti. Kadang, rumah ini disesaki delapan orang, kadang, 16 orang, kadang 18 orang, sering pula 20 orang berdesak-desakkan ibarat ikan sarden di dalam kaleng.

Mereka adalah anak-anak kami (teman anak samalah dengan anak sendiri), entah yang ngekos di kawasan kampus Jatinangor, entah di tempat lain. Tak kurang pula yang tinggal dengan orangtua di rumah mereka sendiri. Namun Jalan Pacuan Kuda 1 no 18A seringkali mereka jadikan sekedar rumah singgah (mirip anak jalanan ya, hehehe), atau tempat berteduh manakala kemalaman sepulang dari “kota”, atau malah dijadikan markas untuk kegiatan mereka. Entah itu musik, entah kegiatan sosial.

Selain mereka, sering pula teman kami bersama keluarganya ikut meramaikan pondok kecil dan sesak ini dengan keceriaan. Entah sekadar ngerumpi, entah main truf, entah untuk sekedar melepaskan diri dari kerutinan. Yang jelas, rumah kecil kami ini selalu ramai.

Nah, sejak akhir Oktober 2007, rumah kecil ini diobrak-abrik, ditata kembali sebisanya dan secukupnya biaya yang ada (dapat pinjeman). Ya, maunya sih dibangun ulang seperti yang gambarnya sudah dibuatkan itu. Tapi, apa daya. Apa adanya saja dulu. Yang penting, ada ruang yang agak lebih leluasa untuk bernapas.

Sampai Februari 2008, proyek raksasa (buat kami ini megaproyek, karena menguras segala sumberdana dan menggunungkan utang!), belum tuntas juga. Targetnya, sih sesegera mungkin bisa ditempati lagi, agar para “aktivis” tak harus berbakudesak di rumah dua kamar yang kami kontrak untuk sementara, menunggu “megaproyek” selesai.

Syukurnya, meski belum sempurna betul, akhirnya rumah itu seselai juga dirombak. Setidaknya sudah bisa ditempati bersamaan dengan habisnya masa kontrak di rumah tetangga sebelah. Maka mulai Maret 2008, kami boyongan lagi ke jalan pacuan kuda 1 nomor 18 a.

geng-pacuan-kuda-18a.jpg

Beberapa di antara “aktivis” Pacuan Kuda 1 no 18 A itu adalah:

Deisy Kristianty Handayani (Echonk)

Lahir di Padang, 11 Desember 1983, hampir setiap weekend atau setidaknya seminggu 2x nginep di rumah, alasannya sih mau ngeramein. Padahal sebenarnya mah takut di kosan sendirian. Anak rantau dari kota hujan ini udah 5 tahunan di Bandung, kuliah di Kesejahteraan Sosial Fisip Unpad. Selama itulah dia kenal dengan keluarga kami, dan meramaikan rumah dengan kelakuannya yang rada ajaib, seperti joget-joget dengan topi ulang tahun, atau tiba-tiba pingin bergaya ala banci, dengan sack dress yg aduhai… Khasnya Echonk, kalau datang ke rumah pasti teriak-teriak “aku dataaaaang…” Dan sejak ia lulus Fisip Unpad Januari 2008, baru dua kali saja singgah lagi. Hari-hari ini dia sedang memburu pekerjaan. Toh selalu menelepon, “Aku kangen kalian…..” katanya. Ihik!

Tiur Magdalena Verawaty Simbolon (Lenong)

Bandung 19 april 1983. Kalau sudah di rumah rajin banget. Rajin bikin rusuh, rajin bangunin orang tidur, rajin teriak-teriak, rajin memperlihatkan gerak-gerik ajaib yang kadang kita nggak tau maknanya. Seneng beres-beres, dan kadang o’on nya suka bikin kita kocak sendiri. Sama kayak Echonk, Lenong kuliah di KS FISIP Unpad dan hari-hari ketika si Laras mengisi blog ini, dia sedang stres sendiri oleh skripsi. Nah kalu udah stres kelakuannya bisa lebih ajaib lagi deh. herannya dia betah banget di rumah, sampe-sampe lebaran pun di rumah. Khasnya Lena banget kalau udah ngomong “aduh..ga ok deh, ga sophisticated banget deh..aaaa!!!” Kini, Lenong sudah jeneng sebagai sarjana, dan pontang-panting cari status baru sebagai pekerja!

Tri Setio Utomo Suharto (Eyyo)

Lahir 19 Agustus 1983. Teman Arga sejak SMP. Tahun 2007 lulus Sekolah Tinggi Pariwisata. Sekarang kerja di Yogya, jadi travel consultant gitu.. Kalau dia nginep di rumah, rumah terlihat semakin heurin (sesak), karena dia sehat sekali, genduuut. Dan, nggak mau diem, seneng loncat-loncat, entah kenapa ya. Tapi kebanyakan orang yg rajin ke rumah ini rata-rata hiperaktif semua. Eyyo jago masak, makanya kita seneng kalo dia ke rumah. Ada aja deh racikannya (inget banget waktu bikin nasi goreng mexico) yang kadang ngasal tanpa resep (contohnya bikin bubur goreng…). Rajin main ke rumah sejak dia SMP sampe sekarang, dan hampir tiap taun lebaran di sini. Karena sekarang kerja di luar kota, dia jadi jarang ke Arcamanik lagi. Tapi tapi kalo pulang ke Bandung dia pasti lebih dulu ke sini daripada ke rumahnya sendiri. Aneh.

M Cipto Sidik Pramono (Nto)

Ganteng, penyabar, dan sangat kocak. Kami menjulukinya Si Tukang Soto. Maklum namanya sama dengan yang terpampang di kain rentang pedagang soto Lamongan Mas Cipto di Jalan Mohammad Toha. Ia juga termasuk mahluk ajaib yang suka datang dan pergi ke rumah kami sekehendak hatinya. Kalau ada dia, rumah jadi meriah. Maklum, lagaknya selalu seperti artis beken yang sedang dikerumuni fans. Sekali waktu, beberapa saat setelah diwisuda, dia datang lalu bilang “Om, teu! nTo ikut dulu di sini ya? Yaaaa barang dua-tiga bulan lah….!” Kini dia sudah bekerja. Toh sesekali (setidaknya seminggu sekali) masih muncul di sini.

Dewi Marthasiska (ika)

Sangat bersemangat kalau sudah ngajak diskusi. Soal apa saja. Perkara kehidupan, masalah keyakinan, bahkan sampai masalah cintakasih. Istimewanya, meski badannya superjumbo, Ika sangat lincah dan cekatan. Belakangan, ia jarang nongol. Maklum kini ia hidup di Jakarta mendampingi sang suami. Toh aa kenangan termanis yang diberikan Ika. Ia mati-matian minta teuteu-nya mendampingi dia saat menikah di tanah kelahirannya di Padang. Jadi kenangan manis, karena ia membuat si teteu-nya tahu kota Padang. Jadi pengalaman indah, karena Ika lah teuteu berani pergi ke Padang, sendirian.

Aqni Hallabi (Aqbil)

Boleh jadi, Aqni adalah yang terjangkung di antara mereka yang datang dan pergi ke rumah ini. Orangnya serius dan sangat penuh perhatian, bahkan kadang perhatiannya terasa berlebih, kepada siapa pun. Asli Bandung, tinggal bersama orangtuanya yang pernuh perhatian di kawasan Gunungbatu, dekat Cimahi. Yang menarik, baru pertama kali kami terpaksa mengantar seorang mahasisa tingkat akhir, pulang ke rumah orangtuanya menjelang subuh. Mama dan papanya heran, mengapa putra kebanggan mereka ini lebih betah di pacuan kuda 18a, daripada di rumah sendiri. Kami juga nggak tahu. Lha, di rumah kami memang nggak ada apa pun yang kira-kira bisa membuat orang lebih betah.

Ganjar Gumuruh (Dangcore)

INI pria paling kalem dan ramah. Ngomongnya pun pelan, seperti isuzu… nyaris tak terdengar. Tampaknya ia tak pynya syaraf marah. Teman-temannya sering menjadikan Dangcore sebagai sasaran keisengan dengan candaan-candaan yang kadang di luar batas. Toh, ia cuma akan tersenyum. Ia juga sudah bekerja. Sudah bisa menghidupi diri sendiri, setidaknya memenuhi kebutuhan pribadinya. Malah ia –bersama kekasihnya– menghimpun tabungan yang mereka gunakan untuk merayakan perkawinan mereka 27 November 2007.

Dadan Nugraha (Daock)

Melihat sosoknya, saya teringat gambaran profil Ali Topan Anak Jalanan dalam novel berjudul sama, karya Teguh Esha di akhir 70-an. Ganteng, tapi liar. Rambut awut-awutan. Jins-nya kumal dan sobek-sobek, kadang pake jaket jins yang sama lusuhnya. Kadang justru pake sweater wool tebal (nggak match…. hehehe). Yang paling menarik adalah sepatunya. Boat kulit berukir dengan ujung lancip berbingkai logam. Pipa boatnya membesar ke atas menyelubungi kaki hingga hampir menyentuh dengkul, seperti sepatu-sepatu cow-boys dalam film. Belakangan dia sangat sibuk dengan pekerjaannya di rumah produksi untuk mengisi program-program televisi. Maka, kini ia selalu disambut “Naaah… artis kita datang!!” jika dia pas nongol ke rumah.

Annisa Diankartika (Godel)

Nah, ini satu lagi anak sastra Unpad (Perancis). Manjanya nggak ketulungan, memerankan diri persis di rumah sendiri. Bebas. Kami memanggilnya Kakipan (kependekan dari kaki panjang). Kurus, tinggi, dan sangat kolokan. Memanjakan diri sendiri, tapi gampang pundungan. Toh, tetap aja dia balik ke rumah ini manakala senggang, atau akhir pekan dan saat liburan.

Yane (Nane)

Mungil dalam arti sebenarnya. Tapi spiritnya untuk berkarya besar sekali. Sudah bekerja. Kadang pulang kerja singgah ke Pacuan Kuda 1. Seringnya sih kelayapan di mal, belanja. Atau di salon, memanjakan diri agar tetap chraming.

Meizara (Mey)

Si Hitam manis dan cantik. Hidungnya bangir dikit, agak mirip hidung orang timur tengah. Suaranya agak serak-serak kering, begitu. Tapi suka sekali bernyanyi. Mungkin vocalnya agak cocok untuk jenis musik jazz atau apalah.

Ipey

Bumi Hadyarti (Bumi)

Ini termasuk pendatang baru yang langsung lengket di Pacuan Kuda. Namanya unik, Bumi. Sosoknya ramping, rambut selalu trondol. Mata minusnya dilapis kaca lumayan tebal. Selalu bersemangat membuka persoalan untuk didiskusikan. Kelihatan mandiri dan sudah punya prinsip. Kadang tiba-tiba menyodorkan tesis soal agama dan keyakinan. Kali lain mendadar pikirannya soal kesetaraan dan ketaksetaraan (terutama jender). Kadang begitu peduli pada lingkungan yang rusak. Kadang soal…. pacar!! Macam-macamlah. Dia jadi teman diskusi yang menyenangkan dan hangat. Pikirannya terbuka dan kadang tampak kepalanya amat keras (batok kelapa kaleee…). Mungkin ia sedang mengembangkan idealismenya yang tengah menggebu-gebu, dan belum terbentur-bentur realitas. Kalau dia datang, pasti saja ada topik yang membuat otak terangsang untuk berdiskusi.

Charles Pauli Marulitua Sitanggang (Achay)

Boleh jadi, Achay-lah paling istimewa dibanding yang lain. Selain sangat perfect, idealis, dan cerdas, dialah satu-satunya “aktivis pacuan kuda 18” yang memborong vocal empat orang. Jika ada paduan suara, maka dia bisa mewakili tiga suara sekaligus: alto, tenor, baraiton, dan bass — hehehehe. Maksudnya, vocal-nya persis seperti gabungan empat suara yang dirangkap dalam satu pita. Dia sudah lulus HI Fisip Unpad. Sempat bekerja di Jakarta, Makassar, dan menjelang akhir 2007 dia kerja di Batam. “Aduh… di sini semua, termasuk makanan serba mahal,” keluhnya suatu ketika. Ya iya lah, di pacuan kuda 18a mah makan gratissssss…

Ariv Beldwin Jansen Sihombing (Cabul)
TAK tahu kenapa namanya yang bagus dijuluki Cabul, oleh teman-temannya. Padahal, sosoknya jauh dari kesan mesum. Rambut selalu klimis, modis. Jangkung dan lumayan kekar. Tampan lah untuk ukuran Bandung, terutama kalau dia sedang berdiri di Jalan Pacuan Kuda dan dilihat dari jarak 725 meter…. hehehehe. Orangnya enak, entengan. Tidurnya juga jagoan, dan pose tidurnya kadang aneh. Mungkin karena Pacuan Kuda 18a memang sempit sehingga orang-orang perlu berakrobat untuk memperoleh pewe (posisi yang uweeeenakkkk!!). Atau mungkin karena gaya tidurnya, teman-temannya menjuluki dia sebagai …. cabul. Dasar!

Ntri

Salomo Pariadi Lubis (Momo)

Tita Irama (Timon)

Namanya seperti menunjukkan kecenderungan musik. Irama. Bukan sekadar ritme, bisa jadi mungkin karena nyokap-bokapnya sangat kagum pada Bang Haji Si Raja Dangdut Rhoma Irama. Betul saja, Tita memang sangat kesengsem lagu-lagu berirama menyentak itu, terutama lagu-lagu Rhoma Irama. Bahkan, dia hapal lagu-lagu Rhoma “jadul” banget, yang mungkin saja Rhoma-nya sendiri sudah lupa pada lagu itu.

Fusila Insani (Fusil)

Konon, ini adik kandung Tita Irama. Setali tiga uang dengan sang kakak, Fusil juga amat gandrung bukan saja lagu dangdut, tetapi juga lagu (apalagi film) India. Dia hapal di luar kepala artis-artis/penyanyi dari Tanah Sang Mahatma itu. Ia bisa menangis sesengukan mengikuti alur cerita film India, bisa juga berjingkrak girang mengikuti irama musiknya. Ia sangat senang udara asli, dalam arti kalau naik mobil (bus/taksi) yang ber-AC, dia langsung tumbang.

Rudy Setyawan (Ruy)

Kalem. Tak banyak omong jika tak perlu. Tampilannya selalu kinyis-kinyis dengan rambut yang poninya disisir ke samping. Karena jarang omong, tak banyak pula cerita yang dapat digali darinya. Selain sering nongkrong di rumah kami, ia sering pula menculik Arga (kakanya laras) untuk menemaninya di rumah besarnya dia di Jalan Kihiur, tak jauh dari Jalan Supratman.

Agus Hidayat (Essa)

Sosok pemuda yang sudah berjuang menghidupi diri sejak muda. Ia pekerja yang tekun. Bertanggungjawab pada dirinya. Pekerja keras, namun hatinya sangat lembut. Bahkan kadang tampak rapuh. Kalau Eyyo jagi meracik makanan dan memasak, maka Essa unggul dalam membuat minuman. Campurannya selalu enak. Mungkin karena dia sering bekerja di kafe dan klab malam. Jadi jago. Dia sempat bekerja di Yogya, tapi mulai Februari 2008, katanya pindah kerja ke Bandung lagi.

Galant Yurdian (Galant)

Sebenarnya, ia termasuk ganteng, jika saja mukanya bebas dari serbuan jerawat. Jarang ngomong. Semula kami menduga dia memang tak bisa bicara. Saya tertarik cara jalannya yang rada ganjil, gitu. Seperti pinguin, hehehe…. berjalan dengan langkah-langkah kecil/pendek-pednek. Setengah digusur, setengah dientak, tapi nseperti ada peredam kejutnya (per). Jadi, langkah-langkah kecilnya itu seperti membuat tubuhnya ngenyod (mentul-mentul). Apalagi kalau dia sedang terburu-buru, misalnya keluar dari kamar memburu ke depan.

Septian Restiany  (ade)

ADE tipe anak mandiri. Orangnya enak,  santai, dan agak cuek. Seringkali bantu mamanya anak-anak kalau pas bikin kue.  Soalnya Ade termasuk pinter mengaduk tepung  dan memanggang. Sohib karib Si Laras, maklum temanb satu SMA. Namun selepas SMA dia “menghilang”. Belakangan, ada kabar dia kerja di Bali atau di mana, gitu. Kalau pas lebaran biasanya sih balik ke Bandung. Lama sekali tak ada komunikasi, e suatu hari ujug-ujug muncul di facebook.  Jadilah kini kami terhubung lagi. Kabar terakhir, dia sedang kerja di Bangka.

Hersanto (Santo) –

Termasuk Kakipan (alias kaki panjang alias jangkung). Biasanya ia datang ke rumah kami bersama Cipto. Tapi sering pula sendiri. Lulus Fikom Unpad awal 2008. Ia termasuk tipe yang tak banyak omong tapi banyak kerja. Setidaknya, segera mengerjakan jika Teuteu-nya minta tolong. Entah sih, kalau di rumahnya sendiri.

Leli (Belel)

Arsy Fitiady (Arsy)

Rezki (Kentang)

Ari Yulizar(Ari)

Cova

Ryan Sofian (Markem)

Ega

Agung

Dyo (babeh)

Farid (oon)

Anggani Primadona (Ime)

Anggun (aang)

Yuni

Anissya Dhea Aprilia (Icha)

Nurhayati Ningsih (Nuy)

Mariana Hafsoh (Iroh)

Rinddy Septiany (Rindy)

Nevri Novalia (Mpiw)

Isyuliarni Sudrajat (Bachank)

Julius Iskandar (Ijul)

Lili-Iceu & Keluarga

Dodit-Nia & Keluarga

Iwan “Iri”

Rieke (tanpa Dyah Pitaloka)


54 Responses to “Pacuan Kuda 1 – 18A”


  1. 1 boyaz
    Oktober 20, 2007 pukul 7:42 am

    Saya adalah penghuni tetap rumah ini…!! Alias salah seorang dari 3 anak penulis. Emang bener sih kalo rumah kita tuh ga pernah sepi..apa lagi kalo liburan…atau weekend, alih-alih menuh-menuhin FO kayak yg biasa dilakukan wisatawan domestik kalau ke Bandung, teman-teman, keluarga, dan se gambreng kerabat kami entah kenapa lebih suka menuhin rumah kami… kadang saya sampe bingung nyari lahan buat tidur, bahkan kadang tidur juga shift-shift-an. Saya ga tau apa yang menarik dari rumah kami..sampe mereka rela segitunya sempit-sempitan bareng. Padahal kalo diliat2 dari fasilitas, jauh dari cukup. Kadang untuk beli indomie aja ampe patungan.

  2. 3 yusranpare
    November 25, 2007 pukul 5:31 pm

    Betul, Kris. Tampaknya rumah kami memang selalu rame. Ingat tempat tinggal yang kami kontrak di Pesindenan, belakang keraton di Yogya itu? Bukankah kalian, Kris, emmy, apong, didi, hengky, sering sering juga meramaikan? Keramaian itu terbawa terus. Terimakasih ya…

  3. 4 Ncip..
    Desember 6, 2007 pukul 4:53 am

    Hmmm… memang menarik ketika menemukan suatu kehidupan yang nyaman. Meski tampakny kalau dilihat sangat sederhana sekali. Ya itulah rumah Om Yusran di Pacuan Kuda no.18A. Sederhana namun kaya akan keceriaan, kegilaan, dan ekspresi (semua dech.. ada disini!!)

    Saya juga bingung, knapa saya betah ya berkunjung ksana.. padahal jarak dari Kurdi (my home) ke Pacuan Kuda itu jauh sekali dan harus mengumpulkan suatu niat yang tulus untuk dapat melaju dengan motor ‘mustang’ ku tuk dapat hinggap dsana..

    Maaf ya.. kalo aye udah ngebantu buat turut serta dalam penampungan orang2 ‘hilang’ hahahah! cipto!!

    Pokony secara garis besar saya senang mendapatkan sobat, teman dan orangtua seperti anda OM dan Tante Yusran. Dan akhirny saya menemukan arti sebuah rumah.. yaitu, bukan hanya sekedar berteduh di kala hujan, mencari makan dikala lapar, tempat bertidur di kala suntuk, tempat bermain di kala sepi, tempat merenung di kala gundah, tempat berkumpul di kala kangen, tempat berkenalan dengan sesama, tempat untuk berekspresi di kala tak ada yang dapat menerima ekspresi kita, tempat berargumen dengan sesama, tempat bergaring di antara sesama, tempat curhat, tempat tuk mencari advice, tempat tuk menyelesaikan masalah, tempat tuk berfoto2, tempat berkaroke, tempat tuk berRamal, tempat tuk menyendiri, tempat tuk berteriak GOOOL bila PerSiB main, tempat babakaran ayam, tempat bermain gitar, tempat bermain drum (walau cuma main sener doank), tempat bergadang…..
    Namun Rumah adalah rumah adalah bangunan buatan manusia yang dijadikan tempat tinggal selama periode waktu tertentu. Rumah juga kadang menjadi tempat tinggal hewan, namun tempat tinggal yang khusus bagi hewan biasa disebut sangkar atau sarang. (!?) >BoNeZ<

  4. Desember 17, 2007 pukul 2:11 pm

    Om, namanya salah 😛 Bumi Hadyarti itu yang bener.

    Btw Om,
    I Love You…

    Thanks for being a great father to us.

    Ati – ati di kalimantan ya om.
    Bakal kangen banget ne sama om.
    Maap belom sempet maen ke rumah lagi.

    *peluk om*

    PS:
    Om, bumi ngiri sama boyaz. kemaren dia cerita kalo dia dapet buku gratisan dari gramedia pas om rapat disana. Bumi juga mauuuuuuuuuuu…..!

    Hehe.

  5. 6 chengkrink
    Januari 7, 2008 pukul 11:14 am

    hix hix hix hix….aku g di ajakin….huaaaaaaaaaaaa……..!!!!! Om Ikkkuuuuuuuutttttttttaaaaannnnnn!!!!! (^_^)

  6. 7 yusranpare
    Januari 9, 2008 pukul 3:23 pm

    Buat nCip … nTo: Hehehehe, kamu terlalu berlebihan menilai. Hati-hati lho, apa yang terlihat dari luar, belum tentu sama dengan pedalaman aslinya. Btw, kamu termasuk guru bagi Om dan Teuteu. Suerrrr… tengkyu banget selalu bersedia mampir. Meski kalau sering-sering, bikin bobol juga terutama kalau ke simpang lima…. hahahahahahaha…ha.. harisss!!

    Untuk Bumi yang ceking — Maaf, salah ketik. Tapi sudah diralat, kok. Sori ya.

    Ini lagi, Cengkrink! Siapa?? Aduh, bakat ku loba anggota keluarga, sampe-sampe nggak hapal semua nama alias kalian. Tapi setelah di selidiki (ceile…!) jebule kowe to nDuk! Si cantik berkulit halus dan penidur. Mirip [utri salju, kerjaannya tidur mulu, padahal sudah digalentoran ku sang pangeran. Mudah-mudahan tidak sering loading lagi setelah diinstall format baru. Dan, sering login-logout… Pengantin, tea…. apal meureun! Sori ya fotomu gak kecabawa. Kalau mau, pasang sendiri aja, apa susahnya.

  7. 8 Charles Paul Marulitua Sitanggang
    Januari 22, 2008 pukul 6:17 am

    wah Om…photoku kok gak ada
    padahal kan aku salah satu penghuni terlama.
    ha…ha…
    pelajaran memang bisa di dapat di mana saja. cuma, satu yang paling berpengaruh bagi gua. “KEBEBASAN”. memang diksinya bisa di dapat dari mana saja. tapi jujur, pelajaran ekstrim dari nilai kebebasan itu justru ku peroleh dari pergulatan, bukan pergaulan-karena kami tidak pernah gaul-menggaulin, di rumah ini. Bebas berpikir, berkata dan bertindak. yach, selanjutnya orang juga akan bebas untuk menertawakan jika kau salah bahkan ketika menangisin diri. terkadang kau akan mengira bahwa kami hanya segerombolan orang tak berbelas kasih. tapi SALAH!!!
    silahkan berpikir, berkata dan bertindak secara bebas dan mandiri. sebab kedewasaan adalah ketika kita bisa mengambil keputusan dan menanggung konsekuensinya. berikutnya jangan malu mengakui kekalahan dan keluarga pacuan kuda 1 no. 18A akan menyambutmu bagaikan anak domba yang putih serta memahkotainmu dengan pedang untuk menggapai kemenangan dalam peperanganmu.

  8. 9 yusranpare
    Januari 28, 2008 pukul 4:24 pm

    Wuakakakakakak…… Charles (dikencarkeun, ngereles –Snd) bisa aja. Dia juga seperti nCip-nTo, terlalu berlebih menilai. Bukankah kita cuma sama-sama mencoba menemukan ruang tempat kita saling isi kekurangan dari kelebihan masing-masing. Trus, kami (terutama aku) juga baru tahu, ternyata nama segagah Charles Sitanggang itu takut banget sama ular. Ingat nggak insinden ular hitam yang tiba-tiba sudah bertengger di rak mainan yang ditempel di dinding?

  9. Februari 27, 2008 pukul 10:18 pm

    Sosok kebapakannya kuuaaat banget

  10. 11 yusranpare
    Februari 27, 2008 pukul 10:49 pm

    Buat Mas dodi, kebapakan apanya. Lha wong seringkali kebalikan, justru anak-anak itu yang kadeng lebih bersikap dewasa ketimbang kami. Salam!

  11. Maret 17, 2008 pukul 9:36 pm

    bapa….apa kabar??hai semuanya…saya adalah anak penghuni rumah pacuan kuda..
    pa…kok keluarga kita nggak di tulis di situ…..kita juga kan para penghuni rumah….kok malah temen temen aa sama temen2 teteh sama temen temen mamah…..temen bapa juga ada….tulis nanti yak….

  12. 13 yusranpare
    Maret 17, 2008 pukul 9:57 pm

    He…. kabar baik, Dik. Udah sembuh sakit kepalanya? Banyak istirahat atuh. Ya, kan tentang keluarga mah kan ada di halaman keluarga. Coba di-klik geura. Di situ ada keluarga kita. Ada tentang Dika juga.

  13. April 17, 2008 pukul 3:25 pm

    om..ni agri..si jangkung ganteng yang main ke rumah om waktu boyaz ulang tahun..om..ajarkan saya menulis om..^_^

  14. 15 yusranpare
    April 17, 2008 pukul 3:41 pm

    Aduh… agri. Agrikultur, agriaquakultur, agribisnis…. banyak banget agri jadi aku lupa. Hehehehehe…. Ya kalau soal menulis, mari kita belajar bersama, oke?

  15. Mei 23, 2008 pukul 6:23 am

    wah…, maju terus generasi saat ini, kalian maksudnya (heuehuhee…) S.IP lah… siippp blogger mania

    Gelora bangsa menuju kemajuan TEKNOLOGI. Viva http://bemfisipunpad.wordpress.com (yang pasti jauh lebih manstab blog kalian 😉

  16. Mei 23, 2008 pukul 6:26 am

    walah, nanya sm mbah google ttg jl. Kihiur bdg, malah nemu blog kalian…

    satu komentar-ku: manstab sudah kalian pandai ber-blog mania, jgn lupa, kunjungi website kawan. :))

  17. 18 yusranpare
    Mei 24, 2008 pukul 3:48 pm

    terima kasih. maaf sedikit koreksi, ini blog individu (kalian merujuk kata ganti rang kedua jamak). memang rumah ini jadi tempat singgah untuk beberapa orang, termasuk teman anak-anak saya yang ngekos di jatinangor atau di tempat lain. btw, salam kenal.

  18. Juni 23, 2008 pukul 12:19 pm

    Wah, Om..

    Tadinya saya iseng ngebuka google..
    Siapa tau ada yang ngutip nama saya..
    Ternyata ada, Om..!!

    Senangnya..

    Apalagi sampe cara jalan saya yang “seru” itu sampe dibahas di sini..

    Haha..

    Thank’s, Om..

  19. 20 Rezki Yanuar "Kentank"
    Juni 23, 2008 pukul 8:43 pm

    Ommmmm…

    Kog gw ga dijelasin jati diri gwwwww???
    kan gw pengen exist juga…

    Kentang aka Rezki… si ganteng maut…

    *merasa ga dianggap….
    hikz…

    btw om…. kapan nih kita berpetualang di Banjarmasin lagi?

  20. 21 Rezki Yanuar "Kentank"
    Juni 23, 2008 pukul 8:50 pm

    Ommmm…..

    Kapan maeeenn lagiiiiiiiii???

  21. 22 yusranpare
    Juni 24, 2008 pukul 12:53 pm

    Wakakakakaka….. nTang, atau nTank….? Aku sedang di bandung nih. Ngiri ni yee…. tenang saja Bos, tunggu gilirannya. Ntar satu persatu penghuni Pacuan Kuda 1/18a kupampangi satu-satu. Sykur kalau bisa ada foto masing-masing. Biar seru!

  22. Juni 27, 2008 pukul 10:01 pm

    Oiy..oiy….

    maaph baru feedback…

    Kaya’ nya gw tau Pacuan Kuda 1 – 18A, kemaren-kemaren gw dapat BLT loh dari t4 ini, bukan dari kantor pos. Selain itu, malah dapat fasilitas…khususnya bwt cewe2, lo bakal ngerasain gimana siy “Natasha Care” itu sebenarnya (P.S: bagi cewe2 yang belom/udah pernah ke “NC” di mari dulu aje..ntar ada gw kok disini..heee)
    Contohnya gw, kaki, lengan, leher, muka n jiwa gw ngerasa bersih klo dah di mari…(kecuali s..l..ngk..ng..n gw , pastilah urusan gw.
    Kaga dink, becanda kok…cbl-nya kluar…maaph..hwehehehehe…cuma yang baru bisa dijamin pasti, klo lo datang lo ga disuguhin air minum ajah…lo dapat makan brur…!!!
    Sambutan dari tempat ini sangat meriah, baru datang aja lo dah bisa dapat voucher makan di Hanamasa, Pizza HUT, KFC, J-Co, ampe warteg-warteg juga ada…dgn nominal @5000 perak per-orang dwuonk…(sisanya lo nombokin aja sendiri!). Tapi!!!Dengan syarat dan kondisi diberlakukan pastinya.

    Akhir-akhir ini gw jarang ksana…sedih, baru jomblo.

    Yah…yah..yah…sgini dulu aja nulisnya, maaph klo sangat “lebay” n semrawut, cm pengen nyalurin gairah nulis, sapa tau juga ada orang yg iseng baca tulisan gw n bergairah bwt feedback ke mari biar rame..ya ‘ga om? bener khan teu..? Gimana cok? boyaz setuju..? gw senang nih ma dika, selaras ma gw lo bro!

    P.S: HWAHAHAHAHAHAHAHA….TULISAN GILA, MONOLOGUE ONLY

    Tapi satu yang pasti, mereka adalah keluarga idaman gw di masa mendatang…

    ciaow!

  23. 24 yusranpare
    Juni 30, 2008 pukul 8:54 pm

    He… iya… ke mana aja lo Bul!! Lama banget nggak nongol. Sabtu/Minggu 28/29 Juni 2008 teman-teman pada ngumpul. Entah ada apa tuh. Ujug-ujug pada datang aja. Ada lenong, echong, tri, essa, cipto, bumi, ganjar, nTri…. dan segambreng yang lain. Meriah, tapi kurang seru tanpa elo…. hehehehee

  24. 25 echonk lucu tea...
    Juni 30, 2008 pukul 9:09 pm

    Om..Ap kabar…
    Aq kangen bgt niyh…
    kemaren aq sempet ke Bd tapi om ga ada…
    by the way…aq lahir di Padang om…bukan bogor…hewhehe…

    Pacuan Kuda I no.18-A….
    buat aq ini adalah arti rumah yg sebenarnya…(walaupun aq ga boleh ngebandingin).
    dimana aq bisa berbagi senang dan susah…
    aq belajar banyak disini..belajar tentang kasih, berbagi & yang pasti menghadapi realita hidup..n sampai akhirnya aq bisa membuka diri untuk berubah dari aq yg sebelumnya menjadi seorang deisy yang lebih baik..banyak banget yang aq dapet dari OM Yusran(bapak)& Tante Bita(Mak)..ga ternilai..n ga mungkin bisa aq bales..bagi aq, mereka adalah “orang tua” aq di bandung.Yang udah dengan berbesar hati menerima aq dengan tangan yang hangat..
    Makasih banyak pak..mak…

    Pak..Mak..Pokonya suatu saat nanti kalo aq nikah n melahirkan..kalian bedua harus ada yah…
    Maaf sekarang aq jarang kesana…biasa tuntutan hidup…tapi aq ga pernah lupa kalian ko…
    aq selalu kangen ma kalian….
    semoga kluarga arcamanik selalu sehat walafiat, dan semoga Allah selalu jaga kalian dalam kebaikan dan kebahagiaan..Amien…

    xoxo
    love
    Echonk lucu

  25. 26 yusranpare
    Juni 30, 2008 pukul 9:19 pm

    wah…wah…wah…. chonk, echonk….!! Kamu terlalu berlebihan menilai kami. Kita kan sama-sama saling berbagi dan saling belajar, to. Soal tempat lahirmu, sori banget. Itu yang ngisi si boyaz. Baik, segera kuperbaiki. Salam hangat…

  26. 27 revan
    Juli 16, 2008 pukul 3:24 pm

    akhirnya aku menemukan blog papi he2
    pi apa kabar ho2
    kangen ma semuanya…….
    maaf revan belum sempat ke rumah
    tar aku main lagi kerumah he2
    pi revan just want say thank ya pi…………….
    karena selama ini revan bisa belajar banyak di rumah aracamanik
    sekarang alhamdullah keadaan revan sudah membaik
    revan da bisa ngambil sikap di “rumah” ku.
    revan bersukur ketika revan kacau
    revan dapat menemukan satu tempat tuk berbagi dan berteduh
    he2
    salam buat mami ma semua
    he2

  27. 28 yusranpare
    Juli 16, 2008 pukul 7:09 pm

    Hup!! Revan…!! apa kabar, bro? Wah tiba-tiba ngilang dari pacuan kuda. Tiba-tiba nongol di sini. Tak apa lah, yang penting ketemu. Belajar apa di arcamanik, Van? Ah, kamu terlalu melebih-lebihkan. Di mana pun “rumah”mu yang penting ia harus juga bisa kita jadikan tempat untuk berteduh tidak sekadar fisik, kan. E, aku dengar kamu sekarang di Jakarta? Ok, sukses ya…

  28. 29 revan
    Juli 18, 2008 pukul 12:28 am

    he2
    bukanya menghilang pi…..
    tapi revan berusaha tuk menebus apa yang telah hilang selama ini di “rumah”
    banyak banget pi yang revan dapat ..evan bukan melebih lebihkan tapi thats realita’…what i get its much…. revan ga bis ngurainya tar malah “hujan lokal”sekitar mata huahaha
    just say thanks its never enough (wa pd make english neh tau benar tau salah ne nulisnya huahaha)i will always pray,think n miss my big family at pacuan kuda 1-18
    tapi revan ga stay ko pi cuma ya seminggu di jakarta seminggu di bandung
    terkadang suka mikir status ku ga jelas lagi bis bolak balik jakarta ma bandung
    makannya jalan tol sekarang mulai mulus bis di gilas trus ma revan huahahahaha
    tar kalo revan ke bandung lagi bakal nginep ko..banyak hal yang kalo di ingat jd lucu
    maki2an n berantam la ma bumi trus menyelami ke autisan byz.ngantar dika sekolah pagi2 kan seru tuh secara anti bangun pagi huahaha hinaan coki yang dualammmmmmmmmmmm banget huhuu kangen………..pengen dinas lagi.pengen jadi “jendral” lagi bis kemaren terakhir “dinas” di pencit ku bumi………
    he2 😉
    salam hangat buat semua ……………..miss u all

  29. 30 yusranpare
    Juli 18, 2008 pukul 5:53 pm

    Hahahahaha…. kamu ada-ada saja Van! Yang jelas, kami bersyukur kamu dah lebih berkembang. Bahkan kini menembus ibu kota…. taileeeee!! Selamat, ya. Jangan lupa, jadilah diri sendiri dan ingat selalu bahwa setiap orang — siapa pun dia, sekecil-sebesar, sekaya-semiskin, secakep-secantik–nya selalu memiliki sejuta kemungkinan. Oke! Sukeses ya..

  30. 31 revan
    Agustus 19, 2008 pukul 9:50 pm

    pi he2
    kangen ho……………
    gimana kabar penghuni pacuan kuda no 1- 18???
    selain mami ,adik,biyas n cokiu he2…………..
    tar aku ke rumah he2………..
    lam aja buat semua……………..

  31. 32 desandesan
    September 14, 2008 pukul 8:27 pm

    kang.. saya teman KKN Aqni Hallabi si jangkung itu. udah lama hilang kontak. hmm..boleh saya minta no kontaknya?

    -desanti-

  32. 33 yusranpare
    September 14, 2008 pukul 8:53 pm

    Aduh, maaf…. kami juga sudah lama kehilangan kontak. Terakhir itu akhir Juki, sempat muncul sekilas. Oke… nanti kalau dia ada ke arcamanik kusampaikan.

  33. 34 bumi.arie
    Oktober 9, 2008 pukul 11:33 am

    horeee!!!!

    Om sama teuteu jadi kakek ama nenek…!!
    Penghuni yang lain jadi om dan tante…..!!!
    eh kalo bumi jadi om apa jadi tante ya?
    😛

    Ntri dan Ganjar!!
    Selamat Ya!
    Maap blom bisa nengok, masih banyak kerjaan.
    alasan klise 😛

    Yang jelas,
    Bumi Arie Dandaraga Berteriak:
    Selamat Datang Di Bumi, Langit Darpa Prayata! :’)

  34. 35 yusranpare
    Oktober 9, 2008 pukul 3:25 pm

    Gampang, Bum. Serahkan aja ama Langit, dia mau manggil kamu apa ntar. Tapi kamu tak boleh protes. Oke…
    Yang jelas, pasangan sudah mulai komplit. Ada Bumi, ada Langit. Ada Siang, ada Malam. Ada Bintang, ada Bulan. Ada Om, ada Tante. Ada Paman, ada Bibi. Karena Uwa tak ada pasangannya, maka kita beri saja Matahari…. oke??

  35. 36 hugo
    Oktober 9, 2008 pukul 3:40 pm

    om…

    saia ikut nimbrung juga..
    hehe..nggak mau ketinggalan donk..

    dengan ini saia ikut serta sebagai penghuni pacuan kuda!
    kalo dipikir-pikir om, pacuan kuda ini udah bisa jadi kampus!
    ya kan?

    God bless.

  36. 37 yusranpare
    Oktober 10, 2008 pukul 8:56 pm

    Hahaha…. kampus apaan, Go! Yang, jelas kita jadikan sebagai ia tempat saling berbagi. Sori, CV-mu belum kumasukkan —seperti juga beberapa yang lain. Jadi isi aja sendiri, di sini. Ntar kupindah.
    Salam gimballllll…….

  37. Oktober 11, 2008 pukul 8:53 pm

    Dug indahnya suasana seperti ini kang…bisa bikin acara nonbar nih kang..
    SALAM dari rimba beton…

  38. 39 yusranpare
    Oktober 13, 2008 pukul 3:48 pm

    Waaah…. Fikri!! Apa kabar? Sudah khatam jadi orang rimba beton, sekarang ya! Iya fik, bukan hanya nonbar… di tempat kami bisa segalabar… je!!

  39. 40 Agni
    Desember 14, 2008 pukul 5:32 am

    Ass. Apa Kabar om n teuteuku tersayang??? Hampir mo setahun “menghilang dari peredaran” rasanya kangen bgt ktm sm keluarga pacuan kuda, banyak yang pengen diceritain selama perjalanan berpetualang pulang dan pergi dari kota Bandung tercinta, banyak dapetin ilmu baru, tempat makanan enak baru, teman baru n ehm pokoknya yang baru-baru lah

    maafin agni blm sempet main ke rumah om Ucan n teuteu Bita lagi yah (hiks jadi sedih)
    btw om kpn kita makan sate kambing bareng lagi,
    diskusi dari malem sampe pagi ngebahas masalah2n yang “menggugah dan menyegarkan” otak lagi, atw sekedar curhat tentang hidup anakmu ini???

    Oh iya Om, Aqni Masih masuk daftar penghuni pacuan kuda kan??!! (HE..HE..HE)

  40. 41 yusranpare
    Desember 14, 2008 pukul 6:38 pm

    Halah!! Aqni, kemana aja? Eh, ada yang nyari tuh, katanya teman KKN-mu. Nyari kamu, nyasar ke halaman ini. Tuh di atas, pake nama desandesan. Ok, silakan saling kontak. He, keluarga pacuan kura itu orang “sakti” semua. Datang dan pergi seperti angin. Tak kenal waktu, kapan saja datang nggak perlu diundang dan kapan pula pergi nggak usah dihadang. Hehehehehe…

  41. Oktober 30, 2009 pukul 8:41 am

    26 oktober 09

    “bunda buka dech, situsnya Yusran Pare. Dia cerita banyak soal keluarga sama anak-anak penghuni rumahnya, ada tentang kamu juga yang ngefans sama rhoma irama…” suamiku mengabarkan berita itu saat aku sedang menahan perih di perut. berhari-hari aku penasaran tak sabar ingin membuka situsnya Om Ucan, tapi aku masih terkapar di rumah belum bisa masuk kerja (hehe..kantorlah tempat aku bisa mengakses internet..)

    30 Oktober 09

    rasa penasaranku tertebus sudah. kubaca satu-persatu profil keluarga dan teman-teman yang sudah Om Ucan tuliskan.. tiba pada giliran namaku.. Tita Irama (timon)… sontak aku teriak, tidakkkkkkkkkkkkkk Om ucan dusta.. DUSTA.. hehe. gak segitunya kali Om… Bang Rhoma yang ngefans sama aku kayak-e.. hihi..

    anyway.. thanx alot.. masih mengenangku, masih menganggapku menjadi bagian keluarga pacuan kuda 18 A (sambil mesem-mesem geer). Padahal sebagai “anak” aku sudah tak tau diri, bagai “malin kundang” pergi dan tak pernah kembali. bukan maksud tak kembali Om, jarak Subang – Bandung bagiku kini kayak rute Subang-Amerika via samudra.. hehe (alesan aja..)

    Suatu saat, insyaAllah aku akan “pulang” menemui Om ma Teu-teu yang sudah membuka tangan dengan lebar menyambut anak ilang ti Subang saat aku masih jadi anak kost dulu.
    Salam buat Teu-teu and temen-teman. Insya Allah aku akan “pulang” membawa hasil… “anak” maksudna .. hahaha (satu-satunya prestasi saat ini..)

    Miss U All…

    • 43 yusranpare
      November 2, 2009 pukul 3:13 pm

      Sori atuh Ta… kalau sosok profil kalian di halaman pacuan-kudaku, gak persis. Lha itu profil yang kuciptaklan sendiri kok, atas dasar persepsi subjektifku terhadap orang-orang luarbiasa yang sudi menyinggahi tempat sumpek kami. Jadi sori aja kalau gak cuoooocok… heuheuheuheu

  42. 44 tamarha
    November 9, 2009 pukul 3:20 pm

    hehe..gapapa kali Om. aq gak protes cuman teriak saja “tidakkk!!!” pamor selebku bisa turun (secara sekarang ini aq kalah pamor sama berita pergulatan cicak sama buaya.. kirain teh domba aja yang bisa di adu ternyata cicak ma buaya juga bisa di adu ya Om.. wah bang Rhoma mesti bikin lagu baru niy.. jreng..jreng..”adu cicak, adu buaya dan adu domba, rakyat dipermainkan..” jreng..jreng… (pake nada “adu domba” song by rhoma irama..hehe)

  43. Maret 5, 2010 pukul 4:01 am

    Dari dulu pengen komen tapi baru bisa masukin sekarang…..berikut udah lupa mau nulis apa…..
    aaaaaaah….udah ah….

  44. 47 FIKA
    Maret 17, 2010 pukul 3:27 pm

    APA SICH TUJUAN DIBENTUIKNYA GENG PACUAN KUDA NIE???
    MENGAPA NAMA GENGNYA MEMILIH NAMA PACUAN KUDA???
    APA SAJA AKTIVITAS DALAM GENG INI???
    SEJAK KAPAN GENG INI DIBUAT????

    MOHON BALASAN,,,,,,,,,
    Q TUNGGU BALASANNYA,,,,,,

    • 48 yusranpare
      Maret 17, 2010 pukul 10:09 pm

      Hehe…pacuan kuda bukan geng, dik! Ini alamat kami. Jalan Pacuan Kuda 1 Nomor 18 A, Arcamanik, Bandung. Kadang jadi tempat berkumpul orang-orang, tua-muda. Pelajar dan mahasiswa, bahkan kucing pun ikut bikin rame di sini.

  45. April 9, 2010 pukul 11:00 pm

    om…ipey na manaaa???

    • 50 yusranpare
      April 26, 2010 pukul 8:39 pm

      Hihihihi… ipey sayang, sori. Kaliwat euy… beb erapa anak om yang lain juga belum termasukkan ke sini. Ntar dilengkapi ya…!

  46. 51 Truly
    Juli 11, 2010 pukul 2:32 pm

    Hehehehehe, senang baca tulisan Pak Yusran ni. Bahagianya jadi anak Pak Yusran. Dari alamat rumah Pak Yusran saja sudah kelihatan betapa rumah itu punya segalanya mulai dari kecepatan hingga kekuatan. namanya saja pacuan, ya kan? Belum lagi hewannya, kuda. Kuda itu hewan yang kuat ya Pak.

    Dan, ada anak perempuan bapak juga yang boru batak. Si lenong pak. namanya bagus, sudahlah Tiur, Simbolon lagi. “Terang yang besar” seperti itulah kira-kira artinya.hehehe

  47. 52 GODEL
    September 26, 2010 pukul 7:03 pm

    bapaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!
    huahhahahhahahaaaa aku baru baca ini,,
    (telatnya 2 taun ya),,maklum anak kosan (apa hubungannya???)

    disebelah mananya aku manjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa???
    pundung ah!!!
    *jongkok dipojok ngurek-ngurek tanah*

    kangen pa sama kondisi sarden dirumah…
    sekarang nyardennya bareng jeung ucing..

    dahulu: kumpulan manusia berdesakan mencari lapak..
    sekarang: kumpulan ucing berbondong-bondong mencari kehangatan..
    grrrrrrrrrrrrrr…

  48. 53 EchonkTahun2013
    Juli 30, 2013 pukul 3:54 pm

    tiba2 hari ini aq pgn baca2 lagi blog bapa ini.. aq kangen luar biasa sama moment2 itu.. kumpul rame2 kaya sarden, bgadang ga inget waktu, nyanyi2 sambil diiringin gitar, diskusi2 dari yang rada penting sampe ga penting, klo udah lewat jam 3 malem pasti perang kentut digelar..terus udah kaya orang mabok..ada yang ngomong sdikit, yang laen tiba2 ktawa sampe geli banget… dulu itu hidup kayanya jauh dari rasa bosen..
    Aq bruntung pernah ngrasain moment2 seperti itu dengan kalian.. MISS U ALL..

    • 54 yusranpare
      Oktober 20, 2013 pukul 5:28 pm

      Hahaha! Tenang chonk…tiap momen yang kita lalu punya makna dan sejarahnya sendiri, tak bisa diulang. Yang bisa kita lakukan adalah mengisi setiap momen dalam hidup kita dengan ha-hal yang bermakna. Otreyyyy…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: