2305-gani-kurniawan-aa-gym-ke-tribun10.jpg
Yusran Pare

LAHIR di Sumedang, Jawa Barat 5 Juli. Suami dari hanya seorang istri, Esbhita Harlina, dan ayah bagi tiga anak. Sulung, Arga Sinantra Rahmat, laki, lahir 1983. Tengah, Laras Sukmaningtyas lahir 20 Februari 1988. Bungsu, laki, Andika Megaswara, lahir 15 November 1996. Saya mulai belajar menulis tahun 1979 di Bandung Pos, dan hingga kini masih belajar di Tribun Jabar. Ilmu menulis, saya juga serap dari Mandala yang digandeng manajemen KOMPAS-Gramedia ( 1988/89 ). Lalu melanjutkan pendidikan di Bernas ( 90/93 ), Sriwijaya Post ( 93/95 ), Sempat singgah ke Banjarmasin Post sebelum belajar di “keuskupan” Pos Kupang ( 95/96 )  di bawah bimbingan Pater Damyan Godho, dan Romo Dion DBP. Kembali ke Bernas ( 96/98 ) untuk melanjutkan pelajaran, kemudian ke Banjarmasin Post lagi sampai kembali ke Bandung pada tahun 2000. Bersekolah di Metro Bandung yang kemudian bermetamorfosis jadi Tribun Jabar, kemudian belajar kepada guru besar Febby Mahendra Putra SH, di Tribun Batam (05 dan 06). Sejak Maret 2007 diberi tugas belajar di Banjarmasin (lagi), sehingga harus wira-wiri Bandung-Banjarmasin secara berkala. April 2008 di Pontianak, Kalbar. Di situ ada Ronald Ngantung, guru yang begitu sabar, ramah dan selalu tampak gembira. Belajar itu ternyata menyenangkan, terutama untuk orang kurang ilmu seperti saya. Maka sampai hari ini saya masih terus belajar membaca dan menulis.

Iklan

69 Responses to “Tentang Saya”


  1. November 12, 2007 pukul 8:10 am

    Selamat atas blog Mas Yusran!
    Saya tetap terus belajar kepada Mas Yusran yang masih terus belajar

  2. 2 achmadbintoro
    November 22, 2007 pukul 12:15 pm

    lam kenal mas. sy jg msh terus belajar. cuman bedanya… sy agak telmi he he…jadi suseh majunye

  3. 3 yusranpare
    November 25, 2007 pukul 5:28 pm

    Untuk Kristupa, makasih Bos! Ilmu yang kamu berikan ketika saya belajar kepadamu dan kawan-kawan mengenai anak-anak SMA dan sebayanya, sangat berguna. Terutama ketika aku punya anak-anak yang kemudian juga berkembang jadi remaja dan mahasiswa. Ilmu dari kalian, kugunakan betul untuk mempelajari lebih dalam mengenai anak-anak muda. Bedanya, gurunya kini anak-anakku. Kamu dan kawan-kawan eks gema, tentu kini sudah jadi guru besar bagiku.

    Kepada Mas Achmad Bintoro, terima kasih. Sama-sama. Salam kenal juga. Saya termasuk pelajar yang lebih telmi dari semua orang, mas. Jadi, tolong jangan pelit-pelit membagi ilmu kepada saya, ya… hehehehehe

  4. November 27, 2007 pukul 12:09 pm

    aku juga mau terus belajar, dari mas yusran yang tetap konsisten tuk belajar dan tetap belajar.

  5. 5 AA Kunto A
    Desember 5, 2007 pukul 12:52 pm

    Mas JPX sang Guru,

    Selamat atas blog sampeyan. Dulu, tanpa blog, sampeyan bisa ketemu dengan anak-anak bengal macam kami. Yang kemudian jatuh hati bermedia. Yang lalu jadi anak kata-kata sampeyan. Kini, dengan teknologi yang kian canggih, blog ini salah satunya, anak-anak bengal zaman ini akan bertemu dengan guru andal seperti sampeyan.

    Buat Anda yang hendak mempertajam kemampuan menulis, Mas Yusran ini gurunya. Mas JPX, thanks!!! Sampe ketemu di Banjarmasin hehehe

  6. Desember 14, 2007 pukul 11:46 am

    Wah blognya keren Kang Yusran. Opik seneng bacanya dan mengeruk pengetahuan yang ada di dalamnya.
    Oh iya kapan pulang ke Bandung? Opik juga udah lama engga ke Mabes Tribun Jabar. Biasanya kalau ke kantor, saya selalu menyempatkan diri berbincang-bincang dengan Kang JPX. Dan selalu saja Kang JPX bercerita tentang pengalamannya ketika ‘dibuang’ ke Garut Selatan saat KKN. Dari mulai pengalaman bertemu harimau di sekitar Leweung Sancang sampai pengalaman diamankan oleh pasukan yang menjaga Perkebunan Condong.
    Sukses Kang. Dan opik akan terus belajar dari Kang Yusran.

  7. Desember 30, 2007 pukul 9:42 pm

    mas jpx,
    dari dulu saat saya masih kinyis-kinyis, kok sampe sekarang wajah mas jpx ga berubah sih? qeqeqeqeq …

  8. 8 chengkrink
    Januari 7, 2008 pukul 11:02 am

    ih ko bisa sih bikin blog..aku mau…Om…ikuuuttttt…..!!!!

  9. Februari 4, 2008 pukul 5:42 am

    assalamualaikum,
    apa kabar, pak yusran?
    dulu saya sempat jadi murid pak yusran, lho. tapi kemudian drop-out. sekarang saya masih terus belajar dan belum lulus-lulus.

  10. 10 yusranpare
    Februari 4, 2008 pukul 3:01 pm

    Aduh…. Mas Djoko “Kang Jalal” Subinarto ini bisa aja. nJenengan yang justru jadi guru saya, Mas. nJenengan mengajarkan bagaimana mengambil keputusan dengan cepat. Untuk jadi jurnalis, seseorang tak perlu terperangkap seperti saya. Hehehehehe

  11. Februari 20, 2008 pukul 10:44 pm

    Assalamu’alaikum
    Sebenarnya saya sudah menikmati tulisan akang saat di Banjarmasih, ketika itu saya masih tinggal di Martapura. Tulisan di kolomnya Tabloid Bebasmemang enak dibaca. Masih keneh kang?.
    Saya juga kenal beberapa wartawan B’Post diantaranya Domu, Dadang, Beben (RCTI) dan beberapa wartawan Metro Banjar.
    Ehh setelah pindah ke Bandung, gabung dengan Galamedia saya lihat di Bok Metro Bandung nama Yusran Pare tercantum. Setelah mendapat informasi ternyata kang Yusran teh pindah ke Bandung. Maaf saat di Banjarmasin saya mengira akang teh urang pare-pare (sulawesi).
    Kini saya bareng kang Firman dan Andri di Tasik.
    Nuhun Kang

  12. 12 yusranpare
    Februari 20, 2008 pukul 11:03 pm

    Baruk? Wilujeng tepang atuh Kang Dadang. Kutan teh kantos lami di Banjarmasin. Ayeuna di Tasik nyah? Wararaas ka Tasik teh. Margi teu sirikna janten lembur kadua keur abdi mah, utamina tahun 1980-an. Dina saminggu teh, meh dua atanapi tilu dinten dianggo kukulunuan di Tasik. Guguru ka ramana Kang Firman (Pa Uu), sareng ka ramana Kang Buyung/Adi (Pa Syamsul Arifin). Tah ayeuna ge abdi janten murid jarak jauh. Guruna, Kang Firman sareng Kang Andri. Reueus temen pami Kang Dadang kersa oge ngabagi elmu. Hatur nuhun… mudah-mudahan tiasa tepang “darat”.

  13. 14 yusranpare
    Februari 27, 2008 pukul 10:11 pm

    Haha!!! Apa nggak kebalik-balik, Mas?

  14. Maret 3, 2008 pukul 10:15 am

    Kapan ke Yogya, akang? Mampir ya

  15. 16 yusranpare
    Maret 3, 2008 pukul 5:34 pm

    Pasti, Bung Kuss……. tempo hari sempat ke Yogya tapi nggak lama, cuma sempat ketemu Mas Hari Budiono, Mas Agoes, Dvid dan Kunto (dua di antara para veteran Gema). Malah Kunto yang ketiban repot, antar sana antar sini.

  16. April 7, 2008 pukul 8:18 pm

    Berkunjung pak…saya juga ingin belajar dengan bapak. Senang berkenalan dengan bapak

  17. 18 yusranpare
    April 10, 2008 pukul 9:43 pm

    Aduh, terima kasih Bung Stefan. Kita sama-sama belajar lah. O ya, awal April lalu saya ke pontianak, belajar kepada teman-teman di sana. Menyenangkan. Salam.

  18. April 12, 2008 pukul 1:43 am

    mebaca perjalanan akang, akang termasuk junalis yang beuntung di Banding saya. Akang dapat langsung bersentuhan dg media Bonafid ( kompas gramedia ).
    saya sekarang bekerja di SKU Garoet Pos yg di Pimpin pak Mustafa Fatah. Banyak peluang untuk menjadi jurnalis profesional, bertahun-tahun saya mencari peluang di media harian apa saja.Namun, ijazah saya hanya SMU, media bonafid tidak lagi menguji kemampuan melalui penglaman, namun cenderung gelar…
    umur saya baru 23 tahun, kasih saya semangat kang…!

  19. April 12, 2008 pukul 1:46 am

    Dan tidak lupa pula, ajari saya tentang menjadi jurnalis yang handal. Bantu saya sebagai seorang penulis, yang tidak hanya meliput orang-orang besar berjasa kecil, namun saya ingin menulis orang-orang kecil di pedalaman Jabar. ( punten ) Hp abdi 085223081582

  20. 21 yusranpare
    April 12, 2008 pukul 9:08 pm

    Aduh, April…. senang kenalan dengan Anda. Saya pun pelajar seperti Anda. Ijazah? Wah, saya pun bukan lulusan perguruan tinggi kok. Saya belajar justru dari media lokal, kecil. Lebih 10 tahun tanpa gaji memadai. apalagi disebut layak. Tapi ilmu dan pengalaman baik yang saya peroleh dari media itu lebih bernilai dari apa pun. Terutama kalau kita mau terjun ke dalam totalitas pembelajaran. Belajar terhadap apa saja, dan kepada siapa saja. Anda sedang belajar pada guru yang sama yang juga banyak memberi pelajaran kepada saya, Pak Mus. Salam kepada beliau. Mari kita sama-sama saling membagi pengetahuan.

  21. 22 cewan
    April 16, 2008 pukul 7:49 am

    Ass wr Wb…salam kenal mas, saya cecep darmawan.. slamat blong nya penuh dengan edukasi politik. Smg terus konsisten!!!

  22. 23 yusranpare
    April 16, 2008 pukul 12:31 pm

    Waalaikum salam. Hatur nuhun, kersa sindang. Beu! Teu pisan-pisan bade ngajar (ng-edukasi), justru nuju diajar. Bantuan atuh…

  23. April 18, 2008 pukul 12:18 pm

    Ia pak. Saya masih ingat kok, sebab saya salah satu murid bapak lho. terima kasih ya pak atas ilmunya

  24. 25 yusranpare
    April 23, 2008 pukul 9:36 pm

    nah, kan. saya harus minta maaf. waktu dua hari (empat jam, malah) tak cukup lama untuk kita saling berbagi ilmu. toh saya dapat pelajaran banyak dari mas stefan dan teman-teman. salam hangat dri banjarmasin.

  25. April 25, 2008 pukul 6:53 pm

    Kang Yusran memang tokoh hebat dan tangguh, dengan pengalaman segudang dan panjang. Kang Yusran bisa jadi panutan bagi mereka yang lebih muda, termasuk saya ini. Jadi terlalu berlebihan kalau Kang Yusran mengatakan belajar kepada saya. Kualat saya!!!

  26. 27 yusranpare
    April 25, 2008 pukul 8:23 pm

    Orang berilmu seperti Mas Febby memang selalu merendah. Terimakasih atas segala ilu yang dilimpahkannya, Mas. Kapan bersedia ngajari saya lagi. Salam hangat. Omong-omong, sedang di Pontianak kah? atau di Batam? atau di Pekanbaru, atau di Surabaya?

  27. Juni 16, 2008 pukul 6:04 pm

    damang juragan…
    orang ini sebenarnya seniman, tapi sedang nyamar jadi wartawan

  28. 29 yusranpare
    Juni 16, 2008 pukul 9:43 pm

    Alhamdulillah, sae….. dunungan!
    Ampun paralun, sim kuring teu pisan-pisan wantun nyeniman. Aduuuh…. tebih tanah ka langit, kulan. Ieu mah estu diajar, diajar nulis. Bari jeung teu paruguh ge. Salam, ah.

  29. Juni 29, 2008 pukul 9:41 am

    Ass Wr Wb Salam Kenal mas.Mas atau pak ya saya memanggil karena denagan saya jauh sekali bedanya.Saya 34 tahun mas 50 ,Saya mengenal mas sejak di tabloid bebas waktu itu .Tapi mas nggak kenal saya walaupun saya udah jadi pengusaha waktu itu .Saya terkenal setelah membeli intan putri malu saja ,padahal tahun 1998 saya udah punya perusahaan yang lumayan besar .Saya menceritakan ini supaya saya tidak dianggap sosok misterius he he he makasih

  30. 31 yusranpare
    Juni 30, 2008 pukul 8:30 pm

    Waalaikum salam, Wr. Wb. Berbahagia sekali saya bisa berkenalan dengan Mas Lihan. Usia tidak jadi ukuran. Mas 34 tahun sudah berhasil membangun jaringan bisnis yang besar. Saya 50, belum bisa berbuat aoa-apa untuk orang banyak. Sungguh, saya tak menganggap Anda misterius. Segala aktivitas dan kiprah Anda terbuka, kok. Saya menyebut anda sebagai fenomena. Ya, fenomena tentang sosok yang berhasil di bidangnya. Salam hangat. Sampai bertemu lain waktu.

  31. 33 Yogi
    Juli 10, 2008 pukul 9:15 pm

    Waraas ninggali poto 8 taun Metro eh Tribun Jabar…
    Jadi inget munggaran nyeri cangkeng balas kurang nginum di Metro bandung teh
    Hehe…

    Abah Kean,-

  32. 34 yusranpare
    Juli 10, 2008 pukul 9:28 pm

    Waas mah noong kendi atuh, jang! Hehehehehe…. iya yog. Itulah manfaat menengok sekilas masa silam. Sahenteuna, urang tiasa paham yen sakumaha wae kaayaan ayeuna, teu leupas ti masa lalu. Ngan, ceuk kolot, ulah sok sering teuing ngalieuk ka tukang… Ok. Salam ka kulawarga. Di mana ayeuna? (atawa, ka mana wae meuni awis tepang…??)

  33. Juli 23, 2008 pukul 6:23 pm

    Guru ku kumaha damang!
    sebagai mantan prajurit metro bandung eh tribun jabar, saya angkat topi sekaligus bangga, kang yusran and tim membangun koran ini menjadi media yang diperhitungkan di tatar parahyangan ini.
    bravo ya kang.
    firly – Public Relations Univ. Widyatama Bandung

  34. 36 yusranpare
    Juli 23, 2008 pukul 6:44 pm

    Firliiiii…..!!! Waduh, guru??? Guru nanahaon. Tibalik, Fir. Kamu yang jadi guru sekaligus mentor saya. Terus terang, saya banyak belajar pada Firly dan kawan-kawan. Bahkan sampai sekarang pun, saya masih berguru pada teman-teman eangkatan Firly dan angkatan-angkatan berikutnya. Maklum, Fir, beuki kolot teh jelema mah biasana beuki belegug, siga sayah.

    Oke… nuhun. berkat Firly dan teman-teman juga, Metro kemudian Tribun Jabar bisa eksis. Salam..

  35. 37 abnersanga
    Agustus 14, 2008 pukul 4:25 am

    salam kenal mas, saya banyak melihat tulisannya mas, saya pingin belajar nich, tapi hanya baru jadi jurnalist di majalah kecil, dan gak lulus-lulus kuliahnya…
    Abner Sanga, http://www.abnersanga.wordpress.com / abner_adonara@yahoo.com

  36. 38 yusranpare
    Agustus 15, 2008 pukul 5:21 pm

    Thx sudi mampir…. Belajar nulis? aduh saya juga masih belajar. Jadi, akan lebih baik jika kita belajar bersama-sama. Jurnalis di mana pun –media kecil atau besar– sama saja. Yang penting, spiritnya. Hehehehe… saya juga belum lulus aja tuh!!

  37. 40 yusranpare
    September 2, 2008 pukul 4:31 pm

    Thx. Dari banjar ke banjar, ya…. salam balik.

  38. 41 rochmat darodjat
    September 9, 2008 pukul 11:22 am

    “Kumaha, Jang?”

    Sapaan itulah yang kerap aku dengar darinya tatkala aku masih bekerja di Metro Bandung dan Tribun Jabar. Ah, Kang, Kumaha Damang? Leres, dina hate kacatet akang teh janten salah sahiji guru abdi di bidang jurnalistik (ari di bidang kungfu mah guru saya teh Chen Lung….). Ayeuna abdi nuju belajar di bidang elmu nu sanes, kang. Ngan, guruna teu acan mendak yeuh….ha…ha…ha…

    “Kumaha Jang?”

  39. 42 yusranpare
    September 9, 2008 pukul 1:24 pm

    Damang, kasep! Deuh asa leungiteun pisan puguh ge Mat. Hampura, sayah keur dines di Kalimantan basa Rohmat amit-mundur teh. Hanjakal nya, urang teu bisa lila babarengan. Tapi tgeu nanaon lah, pasti Rohmat sukses di temppat/pacabakan anyar. Prung! ah

  40. 43 djoko subinarto
    September 18, 2008 pukul 6:48 pm

    assalamualaikum wr.wb.
    pak yusran,saya minta ijin untuk nge-link blog-nya.
    nuhun.

  41. 44 yusranpare
    September 19, 2008 pukul 2:42 pm

    Mangga…. nuhun kersa rurumpaheun sindang teras nga-link-keun blog sim kuring. Sakali deui, hatur nuhun, juragan!

  42. Oktober 17, 2008 pukul 3:11 pm

    massss….masih ingat saya, veteran metro bandung yang sempat mampir cuman 8 bulan. sekarang aku jadi veteran tukang koran tulen. seneng baca blog-nya mas…inspiratif. di antara “juragan” lain yang bisanya cuma tunjuk2 dan nyari2 kesalahan orang, sampeyan adalah oase….tabik mas…maju terus!

  43. 46 yusranpare
    Oktober 17, 2008 pukul 7:37 pm

    Mas Basri… tentu saja sangat ingat. Wah, mungkin Anda terlalu berlebih menilai saya. Btw, thx sudi singgah ke halaman rumah maya kami.

  44. 47 junto_imoet
    Oktober 21, 2008 pukul 12:31 pm

    assalamualaikum akang nu kasep pisan….

    aih…seneng rasa e ketemu n baca blog akang yusran… tetep aja bikin losta masta dengan style akang yang mendarah hitam hehe.. memori kembali terpapar saat akang kupas habis tulisan ber-juncto-juncto yang bikin akang gregretan..belajar nulis ma akang memang menyenangkan.. meski sekarang ga lagi dipake untuk kerja. tapi tetep aja pesan2 mbah yusran kadang menyemangati untuk kembali nulis realitas disekeliling dalam wajah beda. chayo…bang…

  45. 48 yusranpare
    Oktober 21, 2008 pukul 1:08 pm

    Wuakakakakaka…. maafkan saya tak ingat lagi, siapa “junto imoet”. Btw, terima kasih sudi singgah.

  46. Desember 2, 2008 pukul 12:08 pm

    Hai Yus,
    Sudah lama tidak jumpa. Mungkin sudah 15 tahun, sejak saya “pulang” ke Dili karena para kolonel dan jendral yang bertugas di sana sudah pindah.

    Salam,
    Irawan Saptono

  47. 50 yusranpare
    Desember 2, 2008 pukul 7:53 pm

    Haa!!!! Bung Irawan!! Nama yang masih lekat di ingatan saya. Tapi, ya sudah lama sekali. Maafkan kalay saya kesulitan juga membayangkan sosok Bung. Syukurlah kalau Bung lihat saya berubah. Berarti normal… bayangin kalau nggak berubah dari dulu, padahal usia sudah tue buanget…..

  48. Februari 12, 2009 pukul 3:45 pm

    Hehehehe… Kali ini saya terpaksa satuju dengan Mat Don. Btw, maaaaana foto di Banjarmasin? Sakapeung mah sono ka papuyu…

  49. 52 yusranpare
    Februari 12, 2009 pukul 4:47 pm

    Wakwakwak…. poto naon, jang! Pan apal meureun, banjarmasin mah kitu-kitu keneh wae…

  50. 53 syukriy
    Februari 24, 2009 pukul 8:35 am

    Salam kenal, bung Yusran.
    Hidup memang akan lebih bermakna jika karya kita bisa “dinikmati” orang lain. Semakin banyak semakin baik.
    Hal yang paling banyak dinikmati orang lain ternyata “tulisan” di surat kabar, cetak maupun online.
    Semoga sukses selalu. Amin.

  51. November 28, 2009 pukul 11:29 pm

    wah blog yg menarik…salam kenal mas yusran…kalo boleh dapat nmr CP nya siapa tau pas saya maen ke jawa bisa copy darat….saya baru nich mas…nmr saya 081349022916.

    terus semangat mas agar saya juga bisa belajar banyak dari blog ini.

  52. 56 commentator
    Desember 13, 2009 pukul 7:45 am

    Bro,kenapa comment saya selalu statusnya menunggu moderasi????

  53. Desember 17, 2009 pukul 7:45 pm

    Kang Yusran,
    Terima kasih untuk ilmu menulis yang dibagikan buat saya… kapan ya bisa jalan-jalan ke Banjarmasin?

    ngomong-ngomong blok-nya enak buat dibaca!

  54. 58 man suparmanb
    Januari 9, 2010 pukul 5:11 pm

    Apa kabar ? Sudah lama tak jumpa.

  55. 60 jaya
    Januari 27, 2010 pukul 9:00 pm

    mas salam kenal dari palangka raya, apakah mas yusran sudah betah di banjarmasin, tak mau pindah pindah lagi

    • 61 yusranpare
      Januari 27, 2010 pukul 9:06 pm

      Terima kasih, sudi mampir di halaman ini. Senang sekali saya bisa berkenalan. Banjarmasin, Palangka raya, Aceh, Kupang… masih tanah air kita. Saya cuma kuli, mas… hehehe. Dipindah ke sana, pindah. Dipindah sini, pindah! hehheehe…

  56. 62 jaya
    Januari 27, 2010 pukul 9:02 pm

    saya senang baca tulisan mas yang sudah dikumpulkan dalam bentuk buku dengan judul (kalau tak salah) gigola. apakah mas berkenan mengirim barang satu untuk saya

  57. Mei 4, 2010 pukul 6:41 pm

    salam kenal buat semunya, saya tertarik dan pengen ikut ngomen soal tulis menulis. dimana ya belajar untuk bisa jadi penulis yang baik???. soalnya banyak ide dan khayalan yang hanya dipikiran saja. pernah nyoba nulis,, ehhhhh hasilnya ko beda sama cerita yang dipikirin….

  58. Mei 4, 2010 pukul 6:52 pm

    mas yus!! apa ada kajian-kajian atau diskusi yang biasa mas yus nongkrong disana, kalo ada dimana ya?? bisa ikut gabung nga??

  59. 65 dee
    April 18, 2011 pukul 11:53 pm

    Om..
    makasih ya atas informasi yang disajikan di blog ini.
    sebelumnya, saya izin ngangkat profil tentang Om untuk mata kuliah ilmu komunikasi saya…
    hatur nuhun pisan… =)

  60. Oktober 20, 2011 pukul 1:52 pm

    salam kenal pak Yusran 🙂

  61. 67 irianto
    Desember 5, 2011 pukul 6:45 am

    salam kenal mas, saya irianto, tinggal di Tanjungpinang Prov. Kepulauan Riau, jika tidak keberatan mau minta tolong ; sudah hampir 35 tahun saya putus komunikasi dengan keluarga yang ada di kandangan ( dulunya jalan aluh idut ) an. alm. Antung Abdul Hamid, mungkin sambil menjalankan tugas jurnalis bisa membantu. terimakasih atas bantuannya mas.

  62. 68 Memed Jahairhil
    Oktober 21, 2013 pukul 3:14 pm

    Salam Kenal Pak Yusran,

    Apakah bisa minta alamat email atau kontaknya? Kami berminat untuk mengundang anda dalam acara dialog di Banjarmasin.

    Terima kasih.

    -memed-


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: