08
Jan
09

Jurkam Pelat Merah

kontrolkampanye

MENTERI Dalam Negeri Mardiyanto mewanti-wanti para kepala daerah untuk tidak menggunakan fasilitas negara saat berkampanye dalam pemilihan umum 2009. Para juru kampanye juga di dilarang menarik simpati publik dengan cara memburuk-burukkan kebijakan pemerintah.

Untuk menjaga agar proses politik tidak dinodai praktek-praktek kampanye yang tidak etis, Menagri mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera menerbitkan aturan pelaksanaannya, sebagai dasar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengontrol aktivitas partai dan para juru kampanye.

Peraturan Nomor 19 Tahun 2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD, yang ditetapkan KPU 30 Juni 2008 antara lain menegaskan, presiden, wakil presiden, menteri, gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota tidak boleh menggunakan fasilitas yang terkait jabatannya kecuali fasilitas pengamanan bagi pejabat negara sesuai aturan perundang-undangan.

Disebutkan pula, para pejabat boleh dan bisa berkampanye sepanjang ia mengambil cuti di luar tanggungan negara. Cuti dan jadwal dilaksanakan harus memperhatikan keberlangsungan tugas penyelenggaraan negara dan pemerintahan daerah. Permohonan izin cuti harus diajukan ke atasan masing-masing.

Jika mencermati aturan tersebut, maka peringatan Mendagri bisa kita anggap sebagai penegasan tentang sikap pemerintah untuk menjamin terselenggaranya pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Bersih, karena jika semua pejabat taat pada aturan main yang berlaku, berarti penyelenggaraan birokrasi dan layanan publik diharapkan bisa terbebas dari kepentingan politik yang kerap kali ditandai praktek-praktek kotor.

Berwibawa, karena memberi gambaran bahwa meskipun pejabat negara itu berasal dari partai politik, ia mampu bersikap profesional ketika menyelenggarakan tugas-tugas kenegaraan. Ia bekerja hanya untuk kepentingan seluruh lapisan dan golongan masyarakat tanpa embel-embel kepentingan lain.

Persoalaannya kemudian adalah, bisakah kita semua menjamin pihak- pihak yang terkait secara konsekuen mematuhi aturan tersebut? Bisakah kita semua mengawal aturan tersebut di lapangan sehingga tidak terjadi praktek yang jelas-jelas maupun samar-samar melanggar, atau praktek-praktek yang seolah taat asas tapi sesungguhnya bertentangan?

Hari-hari ini hampir semua pejabat negara adalah orang partai. Sebagian di antaranya, malah merangkap jabatan sekaligus sebagai ketua, atau setidaknya unsur pimpinan partai. Mulai dari presiden, gubernur, bupati, wali kota, dan wakil-wakil mereka, umumunya orang-orang partai.

Sebagai orang partai –apalagi petinggi partai– mereka akan sangat berkepentingan partainya memenangi pemilu karena dengan itu pula eksistensinya akan tetap terpelihara.

Sebagai pejabat negara, mereka memiliki akses yang lebih besar dan lebih leluasa untuk memanfaatkan segala sumberdaya dan fasilitas negara, sekaligus mengaturnya agar pemanfaatan tersebut masih dalam koridor perundang-undangan. Dengan logika pilitik yang seringkali menjungkirbalikkan akal sehat, semua itu selalu bisa diatur.

Tentu saja kita hanya bisa berharap bahwa para pejabat –yang merangkap sebagai petinggi partai– senantiasa bersikap kesatria, jujur, dan konsisten. Meski kita semua pun tahu, bahwa sikap-sikap tersebut tak dikenal dalam dunia politik kita selama ini. ***

Iklan

2 Responses to “Jurkam Pelat Merah”


  1. Januari 9, 2009 pukul 8:35 am

    Semoga semuanya melaksanakan kampanye sesuai aturan. kan mereka mengerti peraturan dan membuat peraturan, maka harapan kita mereka akan memberi contoh yang baik bagi masyarakat.

  2. 2 yusranpare
    Januari 19, 2009 pukul 6:14 pm

    Mudaha-mudahan, Pak Singal. Ya, mudah-mudahan para pembuat aturan itu mengerti apa yang mereka buat, meski seringkali terjadi begini: Karena mereka yang membuatnya, mereka tahu betul celah-celah untuk menyiasatinya. Hehehehehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: